hmmm, janji emang harus ditepati. ini yang gue rasakan untuk hari ini.
hari ini, adalah hari yang ditunggu oleh teman gue. karena pada hari ini, teman gue ingin bertemu dengan pacar barunya. dan ia meminta gue, untuk menemani-nya.
dengan janji yang cukup menjanjikan, gue akhirnya sepakat untuk ikut menemani teman gue itu.
masalah emang ngga pernah jauh dari kehidupan manusia. hal itu pun yang terjadi di detik-detik menjelang untuk gue menepati janji.
gue yang udah berjanji kepada teman gue, untuk ikut dalam pertemuannya dengan pacar barunya. malah mendadak sakit tiba-tiba huuuaaaaah.
didalam pikiran gue saat itu adalah :
1. gue takut di judge sebagai orang yang ingkar dalam janjinya (yaallah, semoga ngga ada yang nge judge gue gitu. aminn)
2. gue takut, teman gue nanti marah sama gue.
3. gue takut, teman gue itu nanti memusuhi gue.
mungkin itu saja yang ada dipikiran gue. walaupun pikiran itu hanya 3 point, tapi tetep aja gue ngga bisa berpikir dengan tenang. akhirnya, di pagi hari itu. gue menderita sakit. sampai-sampai gue ngga masuk sekolah :(
sekitar jam pulang sekolah, teman gue itu menanyakan kembali. apakah gue bisa untuk ikut dengannya. gue yang awalnya bimbang dengan pilihan yang cukup membingungkan itu. akhirnya memutuskan untuk ikut dengan teman gue. walaupun dalam keadaan tidak sehat. huuuuah :(
dalam perjalanan menjemput gue, teman gue sms :
"chal, dia bawa temen. ntr lo sama temennya yaaaaa"
reaksi gue :
"hah? iya apa? yaampun gue ngga enak! kalau ngga kenal gitu."
jawaban teman gue :
"udahlah, gapapa. teman-nya dia asik kok. tenang aja yaaaa"
otak gue yang sebelumnya tidak pernah gue paksa untuk berpikir jernih. menjadi aneh tiba tiba, ketika gue suruh untuk berpikir jernih. walaupun susah untuk berpikir jernih seperti itu, tapi alhamdullilah, syukur alhamdulillaah, ternyata otak gue masih bisa untuk berpikir jernih.
hasil dari pikiran jernih gue itu memang sangat jernih. bahkan tanpa gue duga, gue bisa punya pikiran seperti itu. mau tau hasilnya? heeeeem -.- inilah hasilnya :
teman gue itu ingin bertemu dengan pacarnya, dan ia pun mengajak gue untuk menemaninya.
tapi, disinilah masalahnya. Pacar teman gue itu membawa teman dia. parahnya lagi, dia meminta gue untuk menemani teman pacarnya itu. awalnya, gue merasa ga enak, dan yang lain sebagainyaaa (tau dong? gimana rasanya jadi orang yang baru kenal tapi udah disuruh deket? tau kaaaaaan?).
tapi kenapa gue tidak membuat kesempatan itu untuk mendapatkan teman baru yang asik? itulah hasil pikiran jernih gue hehe (bangga gitu deeeeeeh)
oke, kembali ke cerita awal.
akhirnya setelah berganti ganti pakaian (ini teman gue yang ganti baju looooh, bukan gue. maklum dia-kan pengen ketemu pacar hehe) gue pun berangkat dari rumah. dengan bergaya sebagus-bagusnya (nah baru deh yang bergaya kali ini, itu gue hehe maklum, orang itu menilai seseorang dengan pandangan pertamanya) gue dan teman gue menghampiri orang yang dimaksud heeeem -.-
Perasaan deg-degan, tegang, salah tingkah, dan lain sebagainyaaaa sudah gue rasakan saat itu. memang, perasaan seperti itu sudah biasa dirasakan oleh orang yang mau ketemuan gitu, tapi kenapa gue merasakan hal yang aneh yaaa? masa gue merasakan kebelet pipis? waduuuuh (kayaknya kebelet pipis gitu hal yang biasa yaaa? tapi bagi gue, itu hal yang cukup aneh hehe)
saat yang dinanti-nanti itu, tiba waktunya.
gue dan teman gue bertemu pacarnya teman gue. heeeem tanpa pikiran yang panjang, gue melihat sekeliling pacar teman gue itu. tapi kok dia terlihat sendirian yaaa? katanya dia bawa temeen. -.- Pikiran gue terputus sejenak ketika teman gue memperkenalkan pacar barunya itu. gue pun berjabat tangan sama dia (wajar dong? tapi ga lama kok).
Pikiran gue kembali tertuju ke pertanyaan yang menghantui diri gue sejak beberapa menit yang lalu. apakah dia tidak membawa teman? atau-kah temannya sedang menuju tempat tujuan? atau yang paling paraaah, apakah temannya itu ilfil setelah melihat gue dan akhirnya dia menjauhi gue tiba-tiba? aaaaaaaah sungguh, ini diluar dugaan.
Gue, maksudnya bertiga (gue, teman gue, pacar temen gue) berjalan menuju tempat makanan. terlihat sangat garing, dimenit-menit pertama pertemuan.
perkataan yang diungkapan hanya sebatas "tadi nunggu lama?" atau "sekarang mau kemana?". Sumpah, basi banget ! tapi gue makluminlaaah, karna emang mereka baru ketemu.
dan untuk memper-erat silaturahmi antar perkenalan gue. gue langsung bertanya kepada pacarnya temen gue "eh iyaa, temen lo kenapa ga ikut?" sesaat setelah gue mengucapkan hal itu, gue jadi merasa ga enak. kenapa yaaa gue jadi gitu? heeem -.-
pacarnya temen gue langsung menjawab "oh iya, dia lagi dijalan. paling sebentar lagi nyampe", itulah jawabannya.
seneng sih, mendengar jawaban seperti itu. itu berarti gue ga jadi orang yang cengo kalo mereka berdua pacaran hehe setelah lama menunggu, orang yang sangat penasaran gue liat pun dateng.
gue yang agak malu dan salah tingkah mencoba menutupinya dengan berjabat tangan dengannya. beberapa menit setelah itu, dia bertanya kepada gue tentang hal yang mencakup gue (kayak sekolah dimana, dan yang lain-lain)
itulah yang memubuat gue merasa nyaman dengan mereka semuaaaa. hari itu pun gue lewati dengan kebahagiaan. haahhahhahaha lebay banget yaa gueee. tapi yang jelas, gue merasa beruntung banget ikut dalam perkenalan itu. walaupun tadinya gue sakit hehe
thanks yaaa yang udah baca hehe :)